Selamat ulang tahun, Mama!

 

Assalamualaikum,

Mama saya adalah seorang ibu yang bisa dibilang mungkin sama seperti mama mama kalian. Wanita yang baik dan penyayang. Dan mungkin, sama, karena saya menyayanginya seperti kalian juga menyayangi mama kalian. Menurut pandangan mata saya yang seorang anak, Mama saya luar biasa. Cara dia mendidik saya mungkin sangat berbeda dengan mama mama lain pada umumnya.

Banyak saya dapati, saya lihat dan dengar, kebanyakan mama adalah seseorang yang kalian bilang cerewet, bawel atau apapun itu. Tujuannya pasti baik. Saya percaya itu. Pulang sekolah ditanyain macem macem, sedikit memaksa menyuruh anaknya segera makan, ditelpon terus terusan ketika anaknya belum sampai rumah. Mengejutkan, mama saya tidak seperti itu. Sedikitpun tidak. Dia mendidik saya dengan rasa percaya. Dia memperkenalkan rasa percaya di diri saya. Kepercayaan besar dari Mama saya ditanamkan sedemikian rupa, dan menurut saya itu cukup berhasil. Saya tidak pernah ditelpon terus menerus ketika belum sampai dirumah sepulang sekolah atau kuliah atau kerja. Saya tidak pernah disuruh makan, minum susu, tidur, ngerjain PR atau belajar, sampai hampir bertengkar. Dan mama saya bukan tipe ibu yang suka bolak balik kesekolahan untuk tau gimana nilai anaknya disekolah, gimana anaknya disekolah. Bahkan Mama saya tidak pusing mencari saya ketika malam tahun baru dan anaknya tidak dirumah. Masalah teman laki laki pun, Mama saya tidak pernah banyak tanya, dan tidak pernah melarang-larang.

Pasti kalian berpikir, Mama saya cuek banget yah 🙂 She is.

Tapi dia mendidik anak perempuan pertamanya seperti itu. Dan sekarang ketika saya hampir menjadi seorang ibu, saya menyadari, saya mengerti tujuan dari didikannya yang seperti itu. Dia memberikan kepercayaan yang begitu besarnya kepada saya. Agar kelak saya bisa mandiri, agar kelak saya bertanggung jawab dengan kepercayaan yang telah diberikan kepada saya. Mama saya percaya, ketika saya terlambat tiba dirumah, saya akan tetap pulang dengan baik baik saja. Mama saya percaya, saya akan makan, tidur, minum susu, belajar, bikin PR ketika saya mau. Dan saya pasti akan ngelakuin itu. Mama saya percaya, nilai saya, sekolah saya, kuliah saya akan baik baik aja juga. Mama saya juga percaya, malam tahun baru saya tidak akan melakukan hal hal yang tidak baik untuk diri saya. Dan Mama saya percaya, anaknya bisa membagi waktu belajar walaupun punya pacar.

Dengan kepercayaan seperti itu, Saya luar biasa bangga kepada beliau. Dia tau, saya anak yang mandiri. Dia tau saya bisa sendiri. Dia tau, saya akan baik baik saja. Saya pun bangga karena Mama saya menaruh keyakinan sedemikian besar pada diri saya. Dan hal itu membuat saya berpikir berulang-ulang untuk melakukan hal yg aneh-aneh yang akan mengecewakan beliau nantinya. Saya berusaha membuat beliau lebih bangga lagi lagi dan lagi. Saya makin giat belajar, saya makin ingin nilai saya bagus, untuk membanggakan Mama saya. Untuk meyakinkan Mama, bahwa kepercayaan yg dia kasih itu tidak pernah saya salah gunakan.

Another thing, Mama saya bukan tipe ibu yang suka manjain anaknya. Baik itu secara material, verbal, atau fisikal. Secara material, dia mengajarkan untuk usaha dulu sebelum dapet yang kita mau. Ga ada ceritanya pengen boneka langsung dibeliin boneka. Secara verbal, saya dan Mama jarang mengungkapkan rasa sayang kita satu sama lain. Dan seandainya saya mengungkapkan, dia pasti ga tau. Dan saya ga mau dia tau. Hehehehe. Komunikasi saya sama Mama juga terkadang aneh. Ga jarang dia ngomong  gue-elo. Kalo marah marah juga udah kaya berantem sama temen. Lalu secara fisik, Mama saya bukan tipe ibu yang harus cium pipi tiap berangkat sekolah atau selalu cium kening tiap anaknya tidur. Dia juga bukan tipe yang anaknya ulang tahun terus ngasih cake in bed at twelve am. Dan bahkan, ketika dia ulang tahun beberapa tahun lalu, Saya dan adik saya ngasih kejutan kue dengan lilin lilin dan ngebangunin dia jam 12 malem. dia ngedumel. Katanya, saya dan adik saya kurang kerjaan 😀 Kemudian dia tidur lagi, dan kuenya saya yang makan berdua adik saya.

Satu pelajaran lagi dari Mama saya adalah bagaimana menjadi wanita yang kuat. Since my dad left us, almost thirteen years ago, she did take control of anything. She did handle anything. Ups and downs through many tears, she led us. I know how hard our live, but she face it.. I know how hurt she was, but she’s survive. And now, everything she has, are the answers for her pray. The answers for her patient.

And today,

is her birthday..

She’s 48 today.

Happy birthday, Mama!

I’m wishing you a lifetime happiness and health..

Semoga selalu dalam lindungan Allah..

Amiiien 🙂

Dan apapun dan bagaimanapun Mama, i’ll love her as i always do..

Love,

The Dyta Putri

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s