Pekerjaanku = Ibadahku

Halim Perdanakusuma, 27 Oktober 2011 ..

Dear guys, it’s really happy to tune in at this blog again after two years stuck karena ga bisa dibuka.. Well, seneeeeeeng banget tentunya.. Hmm then i’m back with many thoughts which is need to be shared.. Siang ini gue lagi dikantor.. Abis sedikit meeting dengan Operational Director tentang anggaran pembuatan OHM.. Apa sih OHM? Occupational Health Management..
Well, kalau yang ngefollow blog gue dan kalo dia inget juga, pasti tercengang..

“Bukannya si Dyta Putri ini ngambil Banking Finance Management ya? Kok jadi ke Klinik2 gitu?”

NAH! Gue pun kadang terkesima dengan nasib karir gue ini.. Sedikit melenceng dari apa yang gue terima di perkuliahan memang. Gue kuliah, di Perbanas. Yaaaah waktu kuliah sumpah kenyaang banget dicekokin ini itu.. Neraca, valuta asing, trasio2 keuangan, transaksi perbankan, sampe gimana sih cara jadi frontliner bank yg baik dan benar.. Tentunya dengan perbekalan perang seperti ini, kampus gue emang memfokuskan alumnusnya buat kerja di bank.. Dan yep, di otak gue pun selalu terbayang masa depan dimana gue akan kerja di bank, pake rok mini, make up tebel dan high heels sambil cengangas cengenges ngitung duit nasabah.

Alhamdulillah kuliah tuntas dengan cum laude (ehhm sombong dikit boleh ah, kerja keras kok gue).. Apply sana sini sana sini dan yaaaaaaaak nampaknya gue ga berhasil nyari kerja secara mandiri.. Terbukti, sekarang gue kerja di perusahaan Kakak gue yg bergerak di bidang Medical Equipment Supplier.. HAH terus ilmu2 gue yang dulu?? Untungnya, masih kepake karena gue disini juga mainannya ya ga jauh2 dari uang 😀

Dan alhamdulillah Kakak gue yang notabene adalah Vice President Director, menempatkan gue di bagian keuangan lah intinya.. Dan atasan gue langsung Operational Director.. Pertama gue masuk, kantor ini sangaat berantakan administrasinya.. Tiga bulan pertama, gue beresin segala kekacauan itu dan YES NO MORE MESS!

Perusahaan gue ini ketika gue masuk, umurnya masi beberapa bulan.. Jadi belum ada prosedur yang jelas.. Dan bersama founder-founder lainnya, gue pun ditugasin untuk menciptakan sebuah prosedur dan sistem yang kira2 bisa efisien dan tepat sasaran di perusahaan ini..

HELLOOOOOW! Gue masih fresh graduate, i have lack of experiences apalagi untuk netapin sesuatu yang bagi gue besar banget dampaknya.. Dan disini, Kakak gue cuma bilang “Pasti bisa, keluarin apa yg Dita punya”. Dan slow but sure, gue berhasil bikin SOP tersebut untuk divisi gue dulu terutama.. Dan alhamdulillah it works well.. Bangga, ga nyangka dan ngerasa WOW banget dikasih kepercayaan kaya gini.. Dan yah banyak yang bilang kalo kerja dikantor keluarga mah santai.. But I’M TOTALLY NOT! Justru gue yg paling banting tulang. Secara kakak gue sibuk, kadang gue bantuin si Opdir ini untuk mikir “Gimana selanjutnya?”

Di perusahaan ini emang focusing gue di finance and accountingnya, tapi Opdir gue kayanya terlalu memanjakan gue dengan banyak kepercayaan.. Sampe gue harus ikut juga ngurusin tender, diajarin macem2 soal tender (sumpah MUMET), terus kadang kalo ada recruitment karyawan baru, gue pun andil dalam pengambilan keputusannya.. Dan yaaaak Insya Allah satu bulanan lagi kita bakal launching sebuah OHM. OHM ini sebenernya sejenis Outsourcing tapi yg disalurin itu dokter2 dan perawat2 untuk ke Rumah Sakit. Ada kliniknya juga disana, jadi segala proses perekrutan ada di kita. Dan Yassalaaaaaaaaaaaam dari gatau apa2 tentang rumah sakit dan alat2nya, sekarang jadi tau.. XRay, Panoramic, Kimia Darah, Hematology Analysis, Incinerator, Incubator, Tensi Meter, Sterilisator, BAAAAAAAAH apal gue sekarang .. 😀

Dengan pekerjaan ini, kadang gue berpikir.. Seusia ini, banyak hal yg bisa gue lakuin buat kantor ini.. Menyenangkan ketika kita dibebanin banyak pekerjaan yg baru. Menyenangkan ketika nambah skill baru yg belum kita punya.. Dan gue sangat bersyukur Allah tidak menempatkan gue di Bank.. Sampai kapan gue bergelut melayani nasabah dengan kerjaan2 yang monoton terus.. Harus berapa tahun dulu gue bisa ngurusin tender2 dan mencoba pekerjaan yang lain? Kalo kerja di bank, kapan gue bisa meeting sama klinik2 di PPATK? Di LPSK? Di Depkumham?
Dan harus berapa tahun dulu baru gue bisa punya anak buah?

Well, ALLAH memang lebih tahu kemampuan kita.. Allah menempatkan kita sesuai kemampuan kita 🙂 Syukur banyak2 gue bisa kerja disini dengan segala tanggung jawab yg suka bikin gue nangis gara2 STRES.. Tidur kadang kebangun terus mikirin ini itu, apalagi kalo lagi mainan tender.. Subhanallah .. Sampe detik ini gue masi sanggup walau kadang sering terbersit pengen cari kerjaan lain, jadi staff aja deeeeh ga banyak pikiran, tinggal tunggu perintah.. Tp hati gue masi di kantor ini.. Gue cm mikir, ini kesempatan. Ini amanat. Ini titipan Allah. Bersyukur dan lakukan yang terbaik. Ini ibadah, Maka gue ga boleh alpa.

Starting today, syukuri pekerjaan Anda. Anggap itu ibadah. Jangan ngeluh terus, karena itu proses. Kalo ngeluh terus, sama aja kita ga ikhlas. Akibat ga ikhlas, kerjaan ga bener. Yah kalo kerjaannya ga bener, kapan majunya? Intinya anggap aja kerjaan kita itu ibadah, naaah ibadah itu harus total kan? Dan ibadah harus ikhlas, tanpa ngeluh .. And keep in mind, ALLAH ada dibelakang kita. 🙂

See you Guys, Love your JOB and be thankful!

XOXO
The Dyta Putri

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s